Selamat Datang di Website SMK NEGERI 1 LABUAN. Terima Kasih Kunjungannya ### Dirgahayu 77 Tahun REPUBLIK INDONESIA Pulih Lebih Cepat Bangkit Lebih Kuat

Pencarian

Login Member

Username:
Password :

Kontak Kami


SMK NEGERI 1 LABUAN

NPSN : 40200732

Jl. Kramat Raya No. 27 Labuan - Donggala - Sulawesi Tengah 94353


info@smknegeri1labuandonggala.sch.id

TLP : -


          

Banner

Jajak Pendapat

Bagaimana pendapat anda mengenai web sekolah kami ?
Sangat bagus
Bagus
Kurang Bagus
  Lihat

Statistik


Total Hits : 156259
Pengunjung : 76037
Hari ini : 42
Hits hari ini : 213
Member Online : 0
IP : 216.73.216.197
Proxy : -
Browser : Gecko Mozilla

Status Member

  • Shodikin, S.Ag (Guru)
    2020-03-31 14:37:18

    Apa yang harus dilakukan oleh seorang Guru dan Siswa dalam hal pemanfaatan Tekonologi Digital

Virus Corona: Bahaya Menyemprot Disinfektan ke Tubuh Manusia Menurut WHO




Oleh: Yantina Debora - 30 Maret 2020


tirto.id - Disinfektan berbahaya jika terkena pakaian atau selaput lendir seperti mata atau mulut, menurut WHO. Organiasi Kesehatan Dunia (WHO) mengingatkan bahwa disinfektan tak boleh disemprotkan langsung ke badan seseorang.


"Jangan menyemprot disinfektan langsung ke badan seseorang, karena hal ini bisa membahayakan. Gunakan disinfektan hanya pada permukaan benda-benda," cuit WHO Indonesia.


Menurut WHO, menyemprot bahan-bahan kimia itu dapat membahayakan jika terkena pakaian atau selaput lendir seperti mata atau mulut.


"Ingat alkohol dan klorin bisa berguna sebagai disinfektan pada permukaan, tetapi hanya digunakan sesuai dengan petunjuk penggunaannya," kata WHO.


Menurut WHO, disinfektan hanya membunuh virus yang berada di permukaan benda, dan tak dapat membunuh virus yang sudah terlanjur masuk ke dalam tubuh manusia.


Hal senada juga disampaikan oleh Ketua umum PP Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI) dan Komite Ahli PMKL Kemenkes RI, Prof Arif Sumantri, SKM, M.Kes.


Menurutnya masyarakat perlu mengetahui atau memahami apa yang dimaksud dengan disinfektan ini. Sehingga dapat menggunakannya dengar benar.


"Disinfektan merupakan proses dekonteminasi yang menghilangkan atau membunuh segala hal terkait mikroorganisme (baik virus dan bakteri) pada objek permukaan benda mati. Ini yang membedakan disinfeksi dengan antiseptik. Kalau antiseptik, membunuh atau menghambat mikroorganisme pada jaringan hidup," katanya.


Menurutnya, masyarakat perlu mengetahui bahwa proses disinfektan ini memiliki dampak kesehatan. Sehingga petugas harus mencuci tangan yang bersih, menggunakan sarung tangan dan menggunakan pakaian khusus untuk melindungi tubuh.


"Disinfeksi ini bukanlah segalanya. Prosesnya mungkin selesai dalam satu jam. Tapi perlu diketahui bahwa proses ini juga memiliki dampak kesehatan. Residunya bisa menimbulkan dampak lain," ujar Prof Arif Sumantri.


Menurutnya desinfektan memiliki zat yang bisa menimbulkan iritasi kulit, bau atau menimbulkan sesuatu yang berkaitan dengan kulit. Sekolah Farmasi ITB menulis cairan disinfektan yang digunakan melawan Covid-19 dan digunakan di bilik disinfektan umumnya diluted bleach (larutan pemutih/natrium hipoklorit), klorin dioksida, etanol 70 persen.


Selanjutnya kloroksilenol, electrolyzed salt water, amonium kuarterner (seperti benzalkonium klorida), glutaraldehid, hidrogen peroksida (H2O2) dan sebagainya.


Bahan-bahan kimia ini berbahaya jika mengenai kuit atau tubuh manusia. Bahkan bahan disinfektan inhalasi gas klorin (Cl2) dan klorin dioksida (ClO2) dapat mengakibatkan iritasi parah pada saluran pernapasan menurut WHO.


Jika menggunakan larutan hipoklorit pada konsentrasi rendah secara terus menerus dalam jangka waktu lama, maka dapat mengakibatkan iritasi kulit dan kerusakan pada kulit.


Sementara penggunaan pada konsentrasi tinggi dapat mengakibatkan kulit terbakar parah. Walaupun data masih terbatas, inhalasi hipoklorit (OCl–) dapat menimbulkan efek iritasi ringan pada saluran pernapasan.


Bahaya dari bahan disinfektan electrolyzed salt water tak jauh beda dengan klorin, klorin dioksida dan larutan hipoklorit.


Sedangkan bahan kloroksilenol (bahan aktif cairan antiseptik komersial) yang juga digunakan sebagai salah satu disinfektan dapat meningkatkan resiko tertelan atau secara tidak sengaja terhirup.


Hasil studi EPA terkait bahan kimia ini pada hewan menunjukan bahwa kloroksilenol menyebabkan iritasi kulit ringan dan iritasi mata parah. Bahkan bisa menimbulkan kematian pada dosis tinggi.


 


Penulis: Yantina Debora


Editor: Agung DH

Baca selengkapnya di artikel "Bahaya Menyemprot Disinfektan ke Tubuh Manusia Menurut WHO", https://tirto.id/eJGC



Share This Post To :




Kembali ke Atas


Berita Lainnya :





   Kembali ke Atas